Tugas 1 :
segmentasi pasar dan analisis demografi
Segmentasi
pasar adalah pengelompokkan pasar berdasarkan kesamaan, kemiripan, atau
mempunyai keterkaitan yang sama. Tujuan dari segmentasi pasar adalah agar
dapat melakukan prioritas, titik berat, atau konsentrasi usaha pemasaran dan
mendorong pembagian (atau segmen pasar) untuk mendapatkan keuntungan kompetitif
dalam segmen tersebut. Sedangkan menurut Michael Richarme (2004), tujuan
segmentasi pasar adalah membagi konsumen menjadi kelompok-kelompok yang berbeda
sedemikian hingga pesan pemasaran dapat dirancang sesuai kebutuhan yang
spesifik dari setiap kelompok konsumen tersebut. Setiap segmen pasar memerlukan
karakteristik atau fitur produk yang berbeda, strategi promosi yang berbeda,
strategi harga yang berbeda, bahkan mungkin saluran distribusi yang berbeda
juga. Hal tersebut menunjukkan bahwa identifikasi atau analisis sebuah segmen
pasar perlu dilakukan secara hati-hati, bahkan memerlukan metode riset dengan
menggunakan teknik analisis yang rumit dan kompelks. Namun semuanya tetap
disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik dari perusahaannya. Identifikasi
segmen pasar yang baik atau tepat harus memenuhi persyaratan yang mencakup:
Homogen di
dalam segmen tersebut.
Heterogen
antar segmen.
Segmen dapat
diukur dan memang penting.
Segmen dapat
dibedakan secara jelas dari segmen lainnya.
Segmen dapat
diakses atau digarap dan ditindaklanjuti oleh perusahaan, dan
Segmen dapat
menjadi sasaran yang menguntungkan.
Teknik segmentasi pasar bisa sederhana atau bisa juga cukup rumit. Hal ini tergantung pada seberapa banyak faktor atau variabel yang digunakan untuk membedakan sebuah segmen pasar dibandingkan dengan segmen yang lainnya. Faktor atau variabel tersebut cukup hanya satu atau dua variabel saja, atau mungkin lebih banyak variabel yang digunakan untuk membuat segmentasi pasar. Sejumlah variabel yang digunakan dalam segmentasi pasar adalah sebagai berikut :
Variabel
Geografis, misalnya wilayah, ukuran populasi, kepadatan, penduduk, iklim, dan
lain-lain.
Variabel
Demografi, misalnya umur, jenis kelamin, besarnya keluarga, pendidikan,
penghasilan, jenis pekerjaan, agama, faktor sosio ekonomi, bangsa, atau
bahasa.
Variabel
Psikografi, misalnya keperibadian, gaya hidup, nilai yang dianut, atau sikap,
dan
Variabel
Perilaku, misalnya tingkat konsumsi atau penggunaan barang, loyalitas terhadap
merek, dan lain-lain.
Berdasarkan
faktor pertimbangan atau variabel utama yang digunakan maka segmentasi pasar
terdiri dari beberapa jenis atau tipe, yaitu :
Segmentasi
Geografis
Segmen berdasarkan batas-batas wilayah tertentu, misalnya sebuah perusahaan hanya memasarkan barang atau jasa di wilayah tertentu saja, atau tidak di tempat lain.
Segmentasi Distribusi
Segmen berdasarkan saluran distribusi tertentu saja, misalnya sebuah produk hanya dipasarkan melalui toko-toko tertentu atau sebuah produk pakaian hanya dijual pada satu butik terkenal saja.
Segmentasi Media
Segmen berdasarkan jenis media promosi tertentu, misalnya sebuah produk elektronik hanya dipasarkan melalui promosi gencar hanya melalui TV saja.
Segmentasi Harga
Berdasarkan perbedaan harga, misalnya sebuah perusahaan otomotif memproduksi dan memasarkan mobil dengan jenis berbeda-beda tergantung kisaran harganya (mahal, cukup mahal, atau murah).
Segmen berdasarkan batas-batas wilayah tertentu, misalnya sebuah perusahaan hanya memasarkan barang atau jasa di wilayah tertentu saja, atau tidak di tempat lain.
Segmentasi Distribusi
Segmen berdasarkan saluran distribusi tertentu saja, misalnya sebuah produk hanya dipasarkan melalui toko-toko tertentu atau sebuah produk pakaian hanya dijual pada satu butik terkenal saja.
Segmentasi Media
Segmen berdasarkan jenis media promosi tertentu, misalnya sebuah produk elektronik hanya dipasarkan melalui promosi gencar hanya melalui TV saja.
Segmentasi Harga
Berdasarkan perbedaan harga, misalnya sebuah perusahaan otomotif memproduksi dan memasarkan mobil dengan jenis berbeda-beda tergantung kisaran harganya (mahal, cukup mahal, atau murah).
Segmentasi
Demografis
Segmen pasar berdasarkan karakteristik atau ciri individu dari konsumennya, misalnya produk yang dipasarkan untuk jenis kelamin tertentu, tingkat pendidikan tertentu, atau berdasarkan ciri individu lainnya.
Segmen pasar berdasarkan karakteristik atau ciri individu dari konsumennya, misalnya produk yang dipasarkan untuk jenis kelamin tertentu, tingkat pendidikan tertentu, atau berdasarkan ciri individu lainnya.
Segmentasi
Waktu
Segmen pasar
berdasarkan waktu pemasaran atau penjualan tertentu, misalnya sebuah toko hanya
buku di waktu-waktu tertentu yang berbeda dengan yang lain, atau nalah buka 24
jam. Segmentasi Gaya Hidup atau Psikografi
Segmen berdasarkan analisis multivariate (banyak aspek) dari konsumennya yang dapat mencakup perilaku, nilai yang dianut, sikap, emosi, persepsi, keyakinan, atau minat. Tipe segmen pasar ini relative lebih kompleks dan biasanya memerlukan kegiatan riset kuantitatif dengan berbagai teknik atau metode riset yang relevan.
Segmen berdasarkan analisis multivariate (banyak aspek) dari konsumennya yang dapat mencakup perilaku, nilai yang dianut, sikap, emosi, persepsi, keyakinan, atau minat. Tipe segmen pasar ini relative lebih kompleks dan biasanya memerlukan kegiatan riset kuantitatif dengan berbagai teknik atau metode riset yang relevan.
MANFAAT
SEGEMNTASI PASAR
Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain :
Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain :
Perusahaan
akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai
kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
Dapat mendesign
produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
Dapat
menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
Dapat
mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmenyang
diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Dapat
digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode
dimana reaksi pasar cukup besar.
Tugas 2
:proses pengambilan keputusan oleh konsumen
Kotler dan Keller (2007a:214) menjelaskan bahwa proses pengambilan
keputusan merupakan proses psikologis dasar yang memainkan peranan penting
dalam memahami bagaimana konsumen secara aktual mengambil keputusan pembelian.
Titik awal untuk memahami perilaku konsumen adalah model rangsangan-tanggapan.
Pemasar bertugas untuk memahami apa yang terjadi dalam kesadaran konsumen
antara datangnya rangsangan luar dan keputusan pembelian akhir. Empat proses
psikologis penting--motivasi, persepsi, pembelajaran dan memori--secara
fundamental turut mempengaruhi tanggapan konsumen terhadap berbagai rangsangan
pemasaran
ara ahli telah merumuskan proses pengambilan keputusan
model lima tahap, meliputi:
1. Pengenalan
masalah. Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali masalah atau
kebutuhan, yang dipicu oleh rangsangan internal atau eksternal. Rangsangan
internal misalnya dorongan memenuhi rasa lapar, haus dan seks yang mencapai
ambang batas tertentu. Sedangkan rangsangan eksternal misalnya seseorang
melewati toko kue dan melihat roti yang segar dan hangat sehingga terangsang
rasa laparnya.
2. Pencarian
informasi. Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan terdorong untuk
mencari informasi yang lebih banyak. Sumber informasi konsumen yaitu:
- Sumber
pribadi: keluarga, teman, tetangga dan kenalan.
- Sumber
komersial: iklan, wiraniaga, agen, kemasan dan penjualan.
- Sumber
publik: media massa dan organisasi penilai konsumen.
- Sumber
pengalaman: penanganan, pemeriksaan dan menggunakan produk.
3. Evaluasi
alternatif. Konsumen memiliki sikap beragam dalam memandang atribut
yang relevan dan penting menurut manfaat yang mereka cari. Kumpulan keyakinan
atas merek tertentu membentuk citra merek, yang disaring melalui dampak
persepsi selektif, distorsi selektif dan ingatan selektif.
4. Keputusan
pembelian. Dalam tahap evaluasi, para konsumen membentuk preferensi
atas merek-merek yang ada di dalam kumpulan pilihan. Faktor sikap orang lain
dan situasi yang tidak dapat diantisipasi yang dapat mengubah niat pembelian
termasuk faktor-faktor penghambat pembelian. Dalam melaksanakan niat pembelian,
konsumen dapat membuat lima sub-keputusan pembelian, yaitu: keputusan merek,
keputusan pemasok, keputusan kuantitas, keputusan waktu dan keputusan metode
pembayaran.
5. Perilaku pasca
pembelian. Para pemasar harus memantau kepuasan pasca pembelian,
tindakan pasca pembelian dan pemakaian produk pasca pembelian, yang tujuan
utamanya adalah agar konsumen melakukan pembelian ulang.
Menurut Kotler (2005a:220), terdapat lima peran dalam
keputusan pembelian, yaitu:
a. Initiator (orang
yang mengusulkan gagasan untuk membeli).
b. Influencer (orang
yang pandangan atau sarannya mempengaruhi keputusan).
c. Decision
maker (orang yang mengambil keputusan).
d. Buyer (orang
yang melakukan pembelian aktual).
e. User (orang
yang mengonsumsi atau menggunakan produk atau jasa tertentu).
Tugas 3 EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN
VALUASI ALTERNATIF
SEBELUM PEMBELIAN
Evaluasi Alternatif
Pengertian
Evaluasi Alternatif
merupakan suatu proses dimana suatu alternatif pilihan dievaluasi dan dipilih
oleh konsumen. Pada tahap evaluasi konsumen harus:
1). Menentukan kriteria
yang akan digunakan untuk menilai alternatif,
Kriteria evaluasi, salah
satu aktivitas dalam proses pengambilan keputusan konsumen, memegang peranan
penting dalam memprediksi perilaku pembelian konsumen. Saat konsumen melakukan
aktivitas ini, mereka sedang mempertimbangkan atribut-atribut yang terdapat
pada satu produk dan menilai atribut mana yang lebih penting untuknya yang ia
gunakan sebagai dasar keputusan memilih produk (Kotler, 2005).
2). Memutuskan alternatif
mana yang akan dipertimbangkan
Kriteria evaluasi berisi
dimensi atau atribut tertentu yang digunakan dalam menilai
alternatif-alternatif pilihan. Kriteria alternatif dapat muncul dalam berbagai
bentuk, misalnya dalam membeli sepatu, konsumen mempertimbangkan kriteria merk,
kenyamanan, harga, negara asal (country of origin) dan juga spek hedonik
seperti gengsi, kebahagiaan, kesenangan dan sebagainya.
Berikut adalah Beberapa
kriteria evaluasi yang umum:
1. Harga
Konsumen cenderung memilih
harga yang murah untuk mendapatkan barang yang diinginkannya, tetapi tidak
sedikit juga konsumen beranggapan bahwa harga menentukan kualitas barang, maka
dari itu jika konsumen ingin barang yang awet atau bertahan lama pilihlah
barang yang kualitasnya bagus, tidak semua barang yang berkualitas mahal
harganya.
2. Merk
salah satu fungsi merk
adalah jaminan atas mutu barangnya. konsumen lebih memilih merk tertentu yang
sudah dikenalnya dibandingkan dengan merk yang belum ia kenal.
3. Negara Asal
konsumen memilih produk
yang berasal dari negara-negara tertentu karena ia telah percaya kualitas dari
negara tersebut baik dan sangat cocok dengan kebutuhan konsumen tersebut.
misalnya produk jam tangan buatan swiss adalah produk handal.
4. Saliensi kriteria
evaluasi
Konsep saliensi
mencerminkan ide bahwa criteria evluasi kerap berbeda pengaruhnya untuk
konsumen yang berbeda dan juga produk yang berbeda. Pada suatu produk mungkin
seorang konsumen mempertimbangkan bahwa harga adalah hal yang penting, tetapi
tidak untuk produk yang lain. Atribut yang mencook (salient) yang benar-benar
mempengaruhi proses evaluasi disebut sebagai atribut determinan.
3). Menilai kinerja dan
alternatif yang dipertimbangkan dan
4). Memilih dan menerapkan
kaidah keputusan untuk membuat pilihan akhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar