Kamis, 08 November 2012

ekonomi koperasi


Bentuk-Bentuk Koperasi
Menurut undang-undang perkoperasian, koperasi dapat berbentuk Koperasi Primer atau Koperasi Sekunder.
Koperasi Primer adalah semua koperasi yang didirikan dan beranggotakan orang seorang. Sedangkan Koperasi Sekunder adalah semua koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan Badan Hukum Koperasi, baik Badan Hukum Koperasi Primer dan atau Badan Hukum Koperasi Sekunder.
Dibentuknya Koperasi Sekunder harus berdasarkan adanya kesamaan kepentingan dan tujuan efisiensi usaha bagi koperasi sejenis ataupun berbagai jenis dan tingkatan yang akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan anggota koperasi primer. Karena itu pendirian koperasi sekunder harus bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas serta mengembangkan kemampuan koperasi primer dalam menjalankan peran dan fungsinya, sehingga pada dasarnya pendirian koperasi sekunder bersifat subsidiaritas terhadap koperasi primer.
Koperasi sekunder dapat didirikan tidak hanya oleh koperasi-koperasi sejenis saja, melainkan juga dapat didirikan oleh koperasi yang berlainan jenis karena terdapat kepentingan aktivitas atau kebutuhan ekonomi yang sama, aktivitas atau kebutuhan yang sama tersebut akan dapat dicapai lebih efisien apabila diselenggarakan oleh koperasi sekunder dalam skala kekuatan yang lebih besar.
Jenis-Jenis Koperasi
Penjenisan koperasi diatur dalam Pasal 16 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian yang mana menyebutkan bahwa jenis koperasi didasarkan pada kesamaan kegiatan dan kepentingan ekonomi anggotanya. Dengan demikian, sebelum kita mendirikan koperasi harus metentukan secara jelas keanggotaan dan kegiatan usaha. Dasar untuk menentukan jenis koperasi adalah kesamaan aktivitas, kepentingan dan kebutuhan ekonomi anggotanya.
Beberapa jenis koperasi menurut ketentuan undang-undang, adalah :

1.       Koperasi Simpan Pinjam adalah koperasi yang beranggotakan masyarakat baik selaku konsumen maupun produsen barang. Usaha koperasi jenis ini adalah menyelenggarakan fungsi penghimpun dana dan menyediakan pinjaman/modal untuk kepentingan anggota, baik selaku konsumen maupun produsen. Koperasi ini dapat dianggap pula sebagai koperasi jasa.
2.       Koperasi Konsumen adalah koperasi yang beranggotakan para konsumen atau pemakai barang kebutuhan sehari-hari. Usaha koperasi jenis ini adalah menyelenggarakan fungsi penyedia barang-barang keperluan sehari-hari untuk kepentingan anggota dan masyarakat selaku konsumen.
3.       Koperasi Produsen adalah koperasi yang beranggotakan para produsen barang dan memiliki usaha rumah tangga. Usaha koperasi jenis ini adalah menyelenggarakan fungsi penyedia bahan/sarana produksi, pemrosesan dan pemasaran barang yang dihasilkan anggota selaku produsen.
4.       Koperasi Pemasaran adalah koperasi yang beranggotakan para pemasok barang hasil produksi. Usaha koperasi jenis ini adalah menyelenggarakan fungsi pemasaran/distribusi barang yang dihasilkan/diproduksi oleh anggota.
5.       Koperasi Jasa adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi pelayanan jasa tertentu untuk kepentingan anggota, misalnya jasa asuransi, angkutan, audit, pendidikan dan pelatihan, dan sebagainya.
Dalam praktiknya, terdapat koperasi yang menyelenggarakan lebih dari satu fungsi yang disebut koperasi serba usaha (Multi Purpose Co-operative). Misalkan, Koperasi Pertanian yang anggotanya terdiri dari para petani, dengan usaha meliputi pangadaan sarana pertanian, pemasaran hasil pertanian, pengadaan pupuk dan obat-obatan, pengadaan barang konsumsi, dls. Koperasi semacam ini harus ditentukan usaha pokoknya (core bisiness). Apabila usaha pokoknya cenderung kepada pemasaran hasil pertanian, maka koperasi tersebut berjenis Koperasi Pemasaran.
Begitupun koperasi yang dibentuk oleh golongan-golongan, seperti; pegawai negeri, anggota ABRI, karyawan, paguyuban masyarakat, yang menyelenggara kan usaha perkreditan, pertokoan, foto copy, jasa kebersihan, pengadaan peralatan kantor, dls, maka anggota bersama pengurus harus metentukan usaha pokoknya.
Khusus mengenai Koperasi Simpan Pinjam diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1995 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam Oleh Koperasi, pasal 1 angka 2 menyatakan bahwa Koperasi Simpan Pinjam adalah koperasi yang kegiatannya hanya usaha simpan pinjam atau usaha tunggal (Single Purpose Co-operative).
Dari pelbagai jenis koperasi tersebut, tujuan usaha utamanya adalah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi anggotanya, karena itu anggota koperasi harus berpartisipasi aktif dalam kegiatan koperasinya. Sekalipun demikian, sepanjang tidak merugikan kepentingan anggota, misal; kebutuhan ekonomi anggota telah terpenuhi, koperasi dapat pula memberikan pelayanan kepada bukan anggota sesuai dengan sifat kegiatan usahanya, dengan maksud untuk menarik yang bukan anggota menjadi anggota koperasi, tentunya selama yang bersangkutan belum menjadi anggota harus ada perbedaan pelayanan.

Peranan Koperasi

Peranan Koperasi di Indonesia
Gerakan Koperasi di Indonesia
Koperasi diperkenalkan di Indonesia oleh R. Aria Wiriatmadja di Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. Dia mendirikan koperasi kredit dengan tujuan membantu rakyatnya yang terjerat hutang dengan rentenir. Koperasi tersebut lalu berkembang pesat dan akhirnya ditiru oleh Boedi Oetomo dan SDI. Belanda yang khawatir koperasi akan dijadikan tempat pusat perlawanan, mengeluarkan UU no. 431 tahun 19 yang isinya yaitu :
• Harus membayar minimal 50 gulden untuk mendirikan koperasi
• Sistem usaha harus menyerupai sistem di Eropa
• Harus mendapat persetujuan dari Gubernur Jendral
• Proposal pengajuan harus berbahasa Belanda
Hal ini menyebabkan koperasi yang ada saat itu berjatuhan karena tidak mendapatkan izin Koperasi dari Belanda. Namun setelah para tokoh Indonesia mengajukan protes, Belanda akhirnya mengeluarkan UU Nomor 91 pada Tahun 1927, yang isinya lebih ringan dari UU no. 431 seperti :
• Hanya membayar 3 gulden untuk materai
• Bisa menggunakan bahasa daerah
• Hukum dagang sesuai daerah masing-masing
• Perizinan bisa didaerah setempat
Koperasi menjamur kembali hingga pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat.
Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.
Fungsi dan Peran Koperasi
Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa fungsi dan peran koperasi sebagai berikut:
• Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya;
• Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat
• Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko-gurunya
• Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi
• Mengembangkan kreativitas dan membangun jiwa berorganisasi bagi para pelajar
Perangkat Organisasi Koperasi
Rapat Anggota
Rapat anggota adalah wadah aspirasi anggota dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, maka segala kebijakan yang berlaku dalam koperasi harus melewati persetujuan rapat anggota terlebih dahulu., termasuk pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian personalia pengurus dan pengawas.
Pengurus
Pengurus adalah badan yang dibentuk oleh rapat anggota dan disertai dan diserahi mandat untuk melaksanakan kepemimpinan koperasi, baik dibidang organisasi maupun usaha. Anggota pengurus dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam rapat anggota. Dalam menjalankan tugasnya, pengurus bertanggung jawab terhadap rapat anggota. Atas persetujuan rapat anggota pengurus dapat mengangkat manajer untuk mengelola koperasi. Namun pengurus tetap bertanggung jawab pada rapat anggota.
Pengawas
Pengawas adalah suatu badan yang dibentuk untuk melaksanakan pengawasan terhadap kinerja pengurus. Anggota pengawas dipilih oleh anggota koperasi di rapat anggota. Dalam pelaksanaannya, pengawas berhak mendapatkan setiap laporan pengurus, tetapi merahasiakannya kepada pihak ketiga. Pengawas bertanggung jawab kepada rapat anggota
Koperasi sebagai suatu sistem ekonomi, mempunyai kedudukan (politik) yang cukup kuat karena memiliki cantolan konstitusional, yaitu berpegang pada Pasal 33 UUD 1945, khususnya Ayat 1 yang menyebutkan bahwa “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”. Dalam Penjelasan UUD 1945 itu dikatakan bahwa pembangun usaha yang paling cocok dengan menggunakan asas kekeluargaan itu adalah koperasi. Tafsiran itu sering pula dikemukakan oleh Mohammad Hatta, yang sering disebut sebagai perumus pasal tersebut. Pada penjelasan konstitusi tersebut juga dikatakan bahwa sistem ekonomi Indonesia didasarkan pada asas Demokrasi Ekonomi, di mana produksi dilakukan oleh semua dan untuk semua yang wujudnya dapat ditafsirkan sebagai koperasi. Dalam wacana sistem ekonomi dunia, koperasi disebut juga sebagai the third way, atau “jalan ketiga”, istilah yang akhir-akhir ini dipopulerkan oleh sosiolog Inggris, Anthony Giddens, yaitu sebagai “jalan tengah” antara kapitalisme dan sosialisme.
               Permodalan koperasi
Sebagai badan usaha koperasi sama dengan bentuk badan usaha lainnya, yaitu sama-sama berorientasi laba dan membutuhkan modal. Koperasi sebagai wadah demokrasi ekonomi dan sosial harus menjalankan usahanya. Oleh karena itu kehadiran modal dalam koperasi ibarat pembuluh darah yang mensuplai darah (modal) bagi kegiatan-kegiatan lainnya dalam koperasi.
Konsep Modal:
• Modal merupakan sejumlah dana yang akan digunakan untuk melaksanakan usaha – usaha koperasi. Terdiri dari Modal jangka panjang & Modal jangka pendek.
• Koperasi harus mempunyai rencana pembelanjaan yang konsisten.
SUMBER – SUMBER MODAL KOPERASI
A. Sumber – sumber Modal Koperasi (UU NO.12/1967)
• Simpanan Pokok
• Simpanan Wajib
• Simpanan Sukarela
• Modal Sendiri
B. Sumber – Sumber Modal Koperasi (UU NO.25/1992)
• Modal Sendiri (equity capital)
• Modal Pinjaman (dept capital)
SUMBER – SUMBER MODAL KOPERASI (UU No. 25/1992)
1. Modal Sendiri (equity capital) , bersumber dari simpanan pokok anggota, simpanan wajib, dana cadangan, dan donasi/ hibah.
2. Modal Pinjaman (dept capital), bersumber dari anggota, koperasi lainnya, bank atau lembaga keuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, serta sumber lain yang sah.
DISTRIBUSI CADANGAN KOPERASI
• Cadangan menurut UU No.25/1992 adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha yang dimasukan untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.
• Sesuai anggaran dasar yang menunjuk pada UU No. 12/1967 menentukan bahwa 25% dari SHU yang diperoleh dari usaha anggota di sisihkan untuk cadangan , sedangkan SHU yang berasal bukan dari usaha anggota sebesar 60% disisihkan untuk cadangan.
MANFAAT DISTRIBUSI CADANGAN
• Memenuhi kewajiban tertentu
• Meningkatkan jumlah operating capital koperasi
• Sebagai jaminan untuk kemungkinan – kemungkinan rugi di kemudian hari
• Perluasan usaha

Rabu, 17 Oktober 2012

TUGAS 1 (EKONOMI KOPERASI)


Pengertian Koperasi
Pengertian koperasi menurut Undang-undang Nomor 25 tahun 1992 ialah bidang usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
Koperasi merupakan kumpulan orang dan bukan kumpulan modal. Koperasi harus betul-betul mengabdi kepada kepentingan perikemanusiaan semata-mata dan bukan kepada kebendaan. Kerjasama dalam koperasi didasarkan pada rasa persamaan derajat, dan kesadaran para anggotanya. Koperasi merupakan wadah demokrasi ekonomi dan sosial. Koperasi adalah milik bersama para anggota, pengurus maupun pengelola. Usaha tersebut diatur sesuai dengan keinginan para anggota melalui musyawarah rapat anggota.
Koperasi sebagai badan usaha dapat melakukan kegiatan usahanya sendiri dan dapat juga bekerja sama dengan badan usaha lain, seperti perusahaan swasta maupun perusahaan negara.
Fungsi dan peran koperasi Indonesia
Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupanmanusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.

JENIS KOPERASI MENURUT FUNGSINYA

Koperasi pembelian/pengadaan/konsumsi adalah
koperasi yang menyelenggarakan fungsi pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota sebagai konsumen akhir. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pembeli atau konsumen bagi koperasinya.

Koperasi penjualan/pemasaran adalah
koperasi yang menyelenggarakan fungsi distribusi barang atau jasa yang dihasilkan oleh anggotanya agar sampai di tangan konsumen. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pemasok barang atau jasa kepada koperasinya.


Koperasi produksi adalah

koperasi yang menghasilkan barang dan jasa, dimana anggotanya bekerja sebagai pegawai atau karyawan koperasi. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pekerja koperasi.


Koperasi jasa adalah
koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota, misalnya: simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan sebagainya. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa koperasi

KOPERASI MENURUT STATUS ANGGOTANYA

Koperasi produsen adalah
Koperasi yang anggotamya para produsen barang/jasa dan memiliki rumah tangga usaha

Koperasi Konsumen adalah
Koperasi yang anggotanya para konsumen akhir atau pemakai barang/jasa yang ditawarkan para produsen


Koperasi jenis ini berkaitan langsung dengan koperasi menurut fungsinya


KOPERASI MENURUT BIDANG USAHANYA

Koperasi Konsumsi adalah Koperasi yang menyediakan kebutuhan sehari-hari.Tujuannya agar anggota dapat membeli barang-barang konsumsi dengan kualitas yang baik dan harga yang layak.

Koperasi Kredit atau Koperasi Simpan Pinjam adalah Koperasi yang bergerak dalam lapangan usaha pembentukan modal melalui tabungan para anggota secara teratur & terus menerus untuk kemudian dipinjamkan kepada para anggota dengan cara mudah,murah,cepat dan tepat.

Koperasi Produksi adalah koperasi yang bergerak dalam bidang kegiatan ekonomi pembuatan & penjualan barang-barang baik yang dilakukan oleh koperasi sebagai organisasi maupun anggota-anggota koperasi.

Koperasi Jasa adalah Koperasi yang berusaha dibidang penyediaan jasa tertentu bagi para anggota atau masyarakat umum.

Kop Serba Usaha atau Kop Unit Desa (KUD) adalah Mempunyai beberapa fungsi yaitu :
- Perkreditan
- Penyediaan & penyaluran sarana produksi pertanian & keperluan sehari-hari
- Pengelolaan serta pemasaran hasil pertanian

KOPERASI MENURUT BANYAKNYA USAHA YANG DILAKUKAN

Koperasi Tunggal Usaha (Single Purpose) adalah koperasi yang mengusahakan hanya satu macam kesempatan untuk memperluas produksi.

Koperasi Serba Usaha (Multi Purpose) adalah koperasi yang meyelenggarakan usaha lebih dari satu macam kebutuhan ekonomi para anggota.


1.      Dalam pasal 15 UU No. 12 Tahun 1992 tentang perkoperasian disebutkan bahwa koperasi dapat berbentuk..
a)      Koperasi serba usaha dan koperasi tunggal usaha
b)      Koperasi produsen dan koperasi konsumen
c)      Koperasi simpan pinjam dan koperasi primer
d)     Koperasi primer dan koperasi sekunder
Jawab: d) koperasi primer dan koperasi sekunder
2.      Koperasi sekunder terbentuk dari sekurang-kurangnya 3 koperasi yaitu…
a)      Koperasi jasa,koperasi pusat,koperasi simpan pinjam
b)      Koperasi pusat,koperasi gabungan,koperasi primer
c)      Koperasi produsen,koperasi konsumen,koperasi simpan pinjam
d)     Koperasi jasa,koperasi produksi,koperasi unit desa
Jawab : b) koperasi pusat,koperasi gabungan,koperasi primer

3.      Koperasi Unit Desa termasuk jenis koperasi berdasarkan
a)      Banyaknya usaha yang dilakukan
b)      Bidang usahanya
c)      Status anggotanya
d)     Fungsinya
Jawab : b) bidang usahanya

4.      Koperasi yang memiliki fungsi Penyediaan & penyaluran sarana produksi pertanian & keperluan sehari-hari adalah..
a)      Koperasi unit desa
b)      Koperasi menurut fungsinya
c)      Koperasi simpan pinjam
d)     Koperasi jasa
Jawab : a) koperasi unit desa

5.      Koperasi yang  anggotanya berperan sebagai pemilik dan pembeli atau konsumen bagi koperasinya adalah…
a)      Koperasi simpan pinjam
b)      Koperasi unit desa



Rabu, 13 Juni 2012

biografi calon tokoh besar faiz prasetya (tugas perbaikan)

pertama saya akan memberitahu nama saya ,nama saya adalah faiz prasetya saya lahir di jakarta pada tanggal 29 april 1993 , saya orang sunda tapi bokap org jakarta tapi nyokap saya keturunan belanda haha sombong sedikit , saya kecil di kota jakarta selatan dengan kondisi keluarga ya sederhana walaupun semua kebutuhan terpenuhi tetapi saya tidak diajarkan untuk gampang berfoya", kehidupan masa kecil saya cukup menyenangkan kebutuhan materil juga alhamdulilah ga kekurangan , keluarga saya bisa dibilang sedikit agamis jadi banyak peraturan lah , kelas 2 sd saya pindah rumah ke kota dan daerah yg mungkin sangat kecil yaitu bekasi  dan daerah tambun tepatnya , saya ga tau asal mula bokap dan nyokap saya bisa dapet rumah di tambun hadeh klo bisa di puter waktu minta diputer deh biar saya bisa cegah buat ngebatalin pindah kebekasi masalahnya dulu nyokap  bokap dan kk saya itu dapet pendidikan sekolah yg terbaik dijakarta bisa dibilang favorit lah masa saya dari sd sampe sekarang menjalani pendidikan di bekasi males bgt , trus nyokap sama kk saya pas sekolah gaulnya ke tempat gaul di kota jakarta masa saya gaul di tambun pabrik lagi pabrik lagi klo ga pabrik tempat pemancingan ketemunya hahaha  ,singkat cerita sampai sekarang saya tinggal dibekasi , prestasi saya yaa lumayan lah saya dari Sd kls 1 sampe kls 6 ga pernah absen dari peringkat 7 besar begitu juga smp dan sma  tapi sma sedikit jeblok si , saya dari smp sampe sma aktiv di osis saya sekertaris osis saya pemangku adat di pramuka dan saya ketua basket di sma  , oia olahraga favorit saya adalah sepak bola dan basket , tapi saya lebih menyukai bola basket karna ada kesenangan sndiri klo maen basket oia saya ikut club basket juga dikota bekasi yaitu play hours club dan saya juga hampir jadi atlit basket dari bekasi tapi karna waktu itu saya salah bergaul saya mulai ikut club motor saya merokok saya sering pulang pagi juga, akhir kondisi badan saya ga fit kaya dulu lagi  dan akhirnya saya jarang latihan sehingga saya di keluarkan dari club basket itu karna masalah indisipliner, sekarang sih nyesel bgt maen futsal aja udah cape setengah mati apa lagi balik maen basket kaya dulu , mungkin saya masih labil karna saya sampe detik ini belum ada planing mau jadi apa klo udah sarjana , tapi obsesi terbesar saya , saya ingin jadi orang besar saya tidak mau jadi orang kaya tapi saya mau jadi org besar yang di hormati dan dikagumi , ya minimimal insyaallah saya jadi mentri keuangan lah itu juga minimal ya ,dan saya mempunyai impian kecil yaitu
 1.ingin membahagiakan nyokap ..
2membahagikan  nyokap 
3mengakangkat derajat orang tua .
3.membahagikan bokap.
4 membahagiakan keluarga dan sodara ,
5 , dan yg terahir
7membahagiakan nyokap .

segitu aja ya biografi saya klo yg nyuruh bukan bu kartika sih ga mau bikin biografi kaya gini , haha males bgt , ya mudah"an dgn nulis biografi saya ini nilai akuntansi saya jadi seratus ya bu amin :) hehe
asalamualaikum wr wb .

Sabtu, 09 Juni 2012

tugas akuntansi

PENGERTIAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN :

LAPORAN KEUANGAN
Adalah sebuah laporan yang diterbitkan oleh perusahaan bagi pemakai laporan keuangan.Laporan ini memuat laporan keuangan dasar dan juga analisis manajemen atas operasi tahun lalu dan pendapat mengenai prospek-prospek perusahaan di masa yang akan datang.

Analisa laporan keuangan merupakan proses yang penuh pertimbangan dalam rangka membantu mengevalusi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu, dengan tujuan untuk menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja perusahaan pada masa mendatang. Analisa laporan keuangan sebenarnya banyak sekali namun pada penelitian kali ini penulis menggunakan analisa rasio keuangan karena analisa ini lebih sering digunakan dan lebih sederhana.


MACAM-MACAM ANALISIS LAPORAN KEUANGAN :
  • Analisis Time Series dan Cross Sectional :
  1. Analisis Trend atau time series adalah analisis rasio perusahaan untuk beberapa periode.
  2. Analisis Cross Sectional, dengan analisis ini analis membandingkan rasio-rasio perusahaan (company ratio) dengan rata-rata rasio perusahaan sejenis atau industri (rasio rata-rata/rasio standard) untuk waktu yang sama.
  • Analisis Commond Size dan Analisis Index
  1. Analisis Commond Size, untuk membuat perbandingan elemen-elemen laporan keuangan dengan command base-nya
  2. Analisis Index, memilih tahun dasar sebagai commond base-nya elemen-elemen laporan keuangan pada periode lain dibandingkan dengan elemen-elemen laporan keuangan yang sama dengan tahun dasar tersebut.

MANFAAT  ANALISIS  LAPORAN KEUANGAN :

Laporan Keuangan memberikan manfaat ke banyak pihak yang terbagi dalam 2 kelompok, pihak internal dan eksternal.

INTERNAL :
1. Pengelola (direksi & manajemen)
Laporan keuangan memberikan informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan, evaluasi usaha yang sedang berjalan, melakukan budgeting dan kontrol
internal.
2. Karyawan
Karyawan Anda akan tertarik dengan informasi keuangan yang terkait dengan stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Hal ini dapat memberikan gambaran apakah perusahaan mampu  memberikan balas jasa dan menyediakan kesempatan bekerja dan berkarir untuk jangka waktu yang lama.

EKSTERNAL :
1.) Investor/owner
Investor atau owner berkepentingan dengan informasi yang berhubungan dengan resiko yang terkait dengan investasi modal.
2.) Pemberi Pinjaman
Pihak yang memberi pinjaman berkepentingan dengan informasi yang menunjukkan kemampuan perusahaan membayar hutang beserta bunganya dengan tepat waktu. Laporan keuangan dapat membantu mereka untuk menentukan besar plafon, bunga dan jangka waktu yang diberikan.
3.) Supplier
Pihak supplier dan pemberi hutang jangka pendek lainnya berkepentingan dengan informasi yang menunjukkan kemampuan perusahaan membayar hutang jangka pendeknya. Informasi tersebut akan membantu supplier untuk menentukan jumlah piutang yang diberikan dan jangka waktunya.
4.) Pelanggan
Pelanggan memerlukan informasi yang berhubungan dengan kelangsungan perusahaan, terutama pelanggan yang melakukan kerjasama jangka panjang. Pelanggan yang loyal membutuhkan hubungan jangka panjang dan langgeng.
5.) Pemerintah
Bagi pemerintah, mereka dapat menilai kemampuan perusahaan dalam membayar pajak.

PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN :
1.    Investor
2.    Karyawan
3.    Pelanggan
4.    Pemerintah
5.    Masyarakat 

TUJUAN LAPORAN KEUANGAN :
1.    Untuk menyediakan informasi yang menyangkut kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi.

2.    Menunjukkan apa yang dilakukan manajemen(stewardship),atau pertanggungjawaban manajemen atas sumberdaya yang dipercayakan kepadanya.

Rabu, 06 Juni 2012

tugas soft skill bahasa inggris 3

                                          Gorila
Gorillas are the largest extant genus of primates. They are ground-dwelling, predominantly herbivorous apes that inhabit the forests of central Africa. Gorillas comprise one eponymous genus that is divided into two species and either four or five subspecies. The DNA of gorillas is highly similar to that of a human, from 95–99% depending on what is counted, and they are the next closest living relatives to humans after the bonobo and common chimpanzee.
Gorillas' natural habitats cover tropical or subtropical forests in Africa. Although their range covers a small percentage of Africa, gorillas cover a wide range of elevations. The mountain gorilla inhabits the Albertine Rift montane cloud forests of the Virunga Volcanoes, ranging in altitude from 2,200–4,300 metres (7,200–14,100 ft). Lowland gorillas live in dense forests and lowland swamps and marshes as low as sea level, with western lowland gorillas living in Central West African countries and eastern lowland gorillas living in the Democratic Republic of the Congo near its border with Rwanda.[
The closest relatives of gorillas are chimpanzees and humans, all of the Hominidae have diverged from a common ancestor about 7 million years ago.[6] Human genes differ only 1.6% on average from their corresponding gorilla genes in their sequence, but there is further difference in how many copies each gene has.[7] Until recently there was considered to be a single gorilla species, with three subspecies: the western lowland gorilla, the eastern lowland gorilla and the mountain gorilla.[8][9] There is now agreement that there are two species with two subspecies each. More recently it have been claimed that a third subspecies exists in one of the species. The separate species and subspecies developed from a single type of gorilla during the Ice Age, when their forest habitats shrank and became isolated from each other.[2]
Primatologists continue to explore the relationships between various gorilla populations.[8] The species and subspecies listed here are the ones upon which most scientists agree.
The proposed third subspecies of Gorilla beringei, which has not yet received a trinomen, is the Bwindi population of the mountain gorilla, sometimes called the Bwindi gorilla.
Some variations that distinguish the classifications of gorilla include varying density, size, hair color, length, culture, and facial widths. There are now thought to be over 100,000 western lowland gorillas in the wild, with 4,000 in zoos; eastern lowland gorillas have a population of 4,000 in the wild and 24 in zoos. Mountain gorillas are the most severely endangered, with an estimated population of about 620 left in the wild and none in zoos.
Gorillas move around by knuckle-walking, although they sometimes walk bipedally for short distances while carrying food or in defensive situations. Adult males, also called silverbacks, range in height 1.65–1.75 metres (5 ft 5 in–5 ft 9 in), and in weight 140–200 kg (310–440 lb). Adult females are often half the size of a silverback, averaging about 1.4 metres (4 ft 7 in) tall and 100 kg (220 lb). Occasionally, a silverback of over 1.8 metres (5 ft 11 in) and 230 kg (510 lb) has been recorded in the wild. Obese gorillas in captivity have reached a weight of 270 kg (600 lb). Gorillas have a facial structure which is described as mandibular prognathism, that is, their mandible protrudes farther out than the maxilla. Adult males also have a prominent sagittal crest.
The eastern gorilla is more darkly colored than the western gorilla, with the mountain gorilla being the darkest of all. The mountain gorilla also have the thickest hair. The western lowland gorilla can be brown or grayish with a reddish forehead. In addition, gorillas that live in lowland forests are more slender and agile than the more bulky mountain gorilla. The eastern gorilla also has a longer face and broader chest than the western gorilla.
Studies have shown that gorilla blood is non-reactive to anti-A and anti-B monoclonal antibodies which would, in humans, indicate type O blood. However, due to novel sequences it is different enough to not conform with the human ABO blood group system, which the other great apes fit into. Like humans, gorillas have individual finger prints.Their eye color is dark brown, framed by a black ring around the iris. Similar to humans, the leading cause of death in gorillas is cardiovascular disease.
Behavior and ecology

Range and habitat

Gorillas have a patchy distribution. The range of the two species is separated by the Congo river and its tributaries. The western gorilla lives in west central Africa while the eastern gorilla lives in east central Africa. Between the species and even within the species, gorillas live in a variety of habitats and elevations. Gorilla habitat ranges from montane forests to swamps. Eastern gorilla inhabit montane and submontane forests between 650–4000 m (2132-13,123 ft). Mountain gorillas live in the montane forests at the higher ends of the elevation range while eastern lowland gorillas live in submotane forests at the lower ends of the elevation range. In addition, eastern lowland gorillas live in montane bamboo forests as well as lowland forests ranging from 600–3308 m (1969-10,853 ft) in elevation. Western gorillas live in both lowland swamp forests and montane forests and live in elevations ranging from sea level to 1600 m (5249 ft). Western lowland gorillas live in swamp and lowland forests ranging up to 1600 m (5249 ft) and Cross River gorillas live in low-lying and submontane forests ranging 150–1600 m (492–5249 ft).
A gorilla's day is synchronized, divided between rest periods and travel or feeding periods. There are dietary differences between and within species. Mountain gorillas mostly eat foliage such as leaves, stems, pith, and shoots while fruit makes up a very small part of their diet. They primarily eat bamboo. The food that mountain gorillas eat is widely distributed and both individuals and groups do not have to compete with each other. Their home ranges average 3–15 km2 (1.16–5.79 mi2), and their movements range around 500 m (0.311 mi) or less on an average day. Despite eating a few species in each habitat, mountain gorillas have a flexible diet and can live in a variety of habitats.
Easten lowland gorillas have a more diverse diet which varies seasonally. Leaves and pith are commonly eaten but fruits can make up as much as 25% of their diet. Since fruit is less available, lowland gorillas must travel farther each day and have home ranges that vary from 2.7–6.5 km2 (1.04 to 2.51 mi2) with day ranges 154–2280 m (0.096–1.42 mi). Eastern lowland gorillas will also eat insects, preferably ants. Western lowland gorillas depend on fruits more than the others and they are more dispersed across their range.They travel even further than the other gorilla subspecies, at 1105 m (0.687 mi) per day on average, and have larger home ranges of 7–14 km2 (2.70–5.41 mi2). Western lowland gorillas have less access to terrestrial herbs, although they can access aquatic herbs in some areas. Termites and ants also are also eaten.
Gorillas rarely drink water "because they consume succulent vegetation that is comprised of almost half water as well as morning dew",[23] although both mountain and lowland gorillas have been observed drinking.
One possible predator of gorillas is the leopard. Gorilla remains have been found in leopard scat but it is possible that this may be the result of scavenging.[24] When the group is attacked by humans, leopards, or other gorillas, an individual silverback will protect the group, even at the cost of his own life.[25] George Schaller reported that a "silverback gorilla and a leopard were both found dead from mutually inflicted wounds".[26]

Social structure


Gorillas live in groups called troops. Troops tend to be made of one adult male or silverback, multiple adult females and their offspring. However, multi-male troops also exist.[28] Silverbacks are typically more than 12 years of age and named for the distinctive patch of silver hair on their back which comes with maturity. They also have large canine teeth which also come with maturity. Both males and females tend to emigrate from their natal groups. For mountain gorillas, females disperse from their natal troops more than males. Mountain gorillas and western lowland gorillas also commonly transfer to second new groups.Mature males tend to also leave their groups and establish their own troops by attracting emigrating females. However, male mountain gorillas sometimes stay in their natal troops and become subordinate to the silverback. If the silverback dies, these males may be able to become dominant or mate with the females. This behavior have been observed in eastern lowland gorillas. In a single male group, when the silverback dies, the females and their offspring disperse and find a new troop.[30][31] Without a silverback to protect them, the infants will likely fall victim to infanticide. Joining a new group is likely to be a tactic against this.[30][32] However while gorilla troops usually disband after the silverback dies, female eastern lowlands gorillas and their offspring have been recorded staying together until a new silverback transfers into the group. This likely serves as protection from leopards.[31] All male troops have been recorded.

Females will purse their lips and slowly approach a male while and make eye contact. This serves to urge the male to mount her. If the male does not respond, then she will try to attract his attention by reaching towards him or slapping the ground.[40] In multi-male groups, solicitation indicates female preference. However females can be forced to mate with multiple males.[40] Males incite copulation by approaching a female and displaying at her or touching her and giving a "train grunt".[39] Recently, gorillas have been observed engaging in face-to-face sex, a trait that was once considered unique to humans and the bonobo.[41]
Gorillas are considered highly intelligent. A few individuals in captivity, such as Koko, have been taught a subset of sign language. Like the other great apes, gorillas can laugh, grieve, have "rich emotional lives," develop strong family bonds, can make and use tools, and can think about the past and future.[52] Some researchers believe that gorillas have spiritual feelings or religious sentiments.[2] Gorillas have been shown to have cultures in different areas revolving around different methods of food preparation, and gorillas will show individual color preferences.[2]

In September 2005, a two and a half year old gorilla in the Republic of Congo was discovered using rocks to smash open palm nuts inside a game sanctuary.[54] While this was the first such observation for a gorilla, over 40 years previously chimpanzees have been seen using tools in the wild 'fishing' for termites. Great apes are endowed with a semi-precision grip, and have been able to use both simple tools and even weapons, by improvising a club from a convenient fallen branch.
Gorillas are considered highly intelligent. A few individuals in captivity, such as Koko, have been taught a subset of sign language. Like the other great apes, gorillas can laugh, grieve, have "rich emotional lives," develop strong family bonds, can make and use tools, and can think about the past and future.[52] Some researchers believe that gorillas have spiritual feelings or religious sentiments.[2] Gorillas have been shown to have cultures in different areas revolving around different methods of food preparation, and gorillas will show individual color preferences.[2]
http://en.wikipedia.org/wiki/Gorilla