Jumat, 23 Desember 2011

Dasar Pemasaran posting ke 2

Proses Manajemen Pemasaran
- Tugas manajemen pemasaran
Tugasnya berkaitan dengan kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, dan untuk mendapatkan laba dan melakukan penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan
- Proses manajemen Pemasaran
Menurut Philip Kotler :
Perencanaan strategis adalah proses manajerial untuk mengembangkan dan mempertahankan kesesuaian yang layak antara sasaran, keahlian, dan sumber daya serta peluang-peluang pasar yang selalu berubah.
Tujuan perencanaan strategis adalah untuk membentuk dan menyempurnakan usaha dan produk perusahaan sehingga memenuhi target laba dan pertumbuhan.
Perencanaan strategis perusahaan harus melalui proses yang sistematis, terkoordinir, dan berkesinambungan. Berikut proses perencanaan strategis perusahaan :
1. Menentukan misi perusahaan
Misi merupakan tujuan spesifik perusahaan.
2. Mengidentifikasi unit bisnis
Adapun tujuan mengidentifikasi unit-unit bisnis strategis adalah untuk menentukan perencanaan stratedis secara jelas dan bertanggungjawab
3. Mengevaluasi arah portofolio bisnis
Ada empat alternative pilihan yang perlu dilakukan perusahaan dalam setiap unit bisnis strategis tersebut, yaitu :
a. Membangun : Artinya meningkatkan pangsa pasar, dan kalau perlu mengorbankan laba jangka pendek untuk mencapai sasara.
b. Mempertahankan : Artinya melestarikan pasar dari Strategic Business Unit, dan sasarannya untuk uang tunai yang banyak.
c. Penen : Meningkatkan arus pemasukan uang tunai tanpa mengindahkan pengaruh jangka panjang.
d. Dihapuskan : Menghapuskan atau menjadi kegiatan bisnis. Cocok untuk perusahaan lemah.
4. Rencana pertumbuhan yang intensif, terpadu, dan diversifikasi
Upaya meningkatkan bisnis yang ada sekarang, maka perusahaan perlu melakukan pertumbuhan yang intensif dan terpadu, yaitu dengan menggunakan lima macam strategi :
a. Strategi penerobosan pasar (market penetration strategy)
Manajemen berupa meningkatkan pangsa pasar bagi produknya saat ini (produk lama), dengan merangsang para pelnggan membeli lebih banyak lagi
b. Strategi pengembangan pasar (market development strategy)
Mnajemen berupaya mencari pasar-pasar baru dari produknya yang dipasarkan sekarang (produk lama.
Hal ini dilakukan dengan jalan menambah jumlah penyalur di lokasi yang ada sekarang atau mencari lokasi baru. Kalau perlu berupaya mencarisasaran di luar negeri.
c. Strategi pengenbangan produk (Product development strategy)
Manajemen berupaya mengembangkan produk yang ada sekarang untuk dipasarkan pada sasraran sekarang.
d. Pertumbuhan diversifikasi (diversification growth)
Manajemen perusahaan dapat pula melakukan pertumbuhan diversifikasi terdiri atas :
1. Diversifikasi kosentris : Memperluas atau memperbanyak produk baru tetapi tetap berada pada line product.
2. Diversifikasi konglomerasi : Perusahaan juga berupaya untuk bergerak dalam bentuk bisnis lain, jadi sudah menyimpang dari line product.
3. Diversifikasi horizontal : Perusahaan memproduksi produk baru yang tidak ada kaitannya dengan produk yang ada sekarang.
e. Pertumbuhan integrasi (integration growth)
Manajemen perusahaan dapat pula melekukan integrasi atau penyatuan, apakah dengan penyatuan beberapa perusahaan yang ada dibawahnya ataukah member perusahaan lain.
- Strategi pemasaran
Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. Hal ini juga didukung oleh pendapat Swastha “Strategi adalah serangkaian rancangan besar yang menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan harus beroperasi untuk mencapai tujuannya.”[2] Sehingga dalam menjalankan usaha kecil khususnya diperlukan adanya pengembangan melalui strategi pemasarannya. Karena pada saat kondisi kritis justru usaha kecillah yang mampu memberikan pertumbuhan terhadap pendapatan masyarakat. Pemasaran Menurut W.Y.Stanton pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.[3] Berdasarkan definisi di atas, proses pemasaran dimulai dari menemukan apa yang diinginkan oleh konsumen. Yang akhirnya pemasaran memiliki tujuan yaitu :
  1. Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan.
  2. Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara cepat.
  3. Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.
Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa kegiatan bisnis. Strategi pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :
  1. Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat
  2. Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran : Dari sudut pandang penjual :
  1. Tempat yang strategis (place),
  2. Produk yang bermutu (product),
  3. Harga yang kompetitif (price), dan
  4. Promosi yang gencar (promotion).
Dari sudut pandang konsumen :
  1. Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants),
  2. Biaya konsumen (cost to the customer),
  3. Kenyamanan (convenience), dan
  4. Komunikasi (comunication).
Dari apa yang sudah dibahas di atas ada beberapa hal yang dapat disimpulkan, bahwa pembuatan produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen harus menjadi fokus kegiatan operasional maupun perencanaan suatu perusahaan. Pemasaran yang berkesinambungan harus adanya koordinasi yang baik dengan berbagai departemen (tidak hanya di bagian pemasaran saja), sehingga dapat menciptakan sinergi di dalam upaya melakukan kegiatan pemasaran.

- Pengembangan strategi pemasaran

Ada beberapa hal yang perlu dan penting untuk diperhatikan dalam pemasaran interaktif atau dalam hal ini ialah pemasaran dengan metode online menggunakan website. Hal yang perlu diingat ialah bahwa tetap perlu ada komponen stratejik yang tercantum di dalamnya, karena tak lain ini masih merupakan bagian dari strategi pemasaran sang perusahaan.
Sebelum memasuki mengenai perencanaan pemasaran internet, perlu diketahui bagaimana hubungan antara strategi pemasaran dan strategi bisnis. Seberapa pentingkah peranan strategi bisnis dalam menerapkan strategi pemasaran, dan terutama pemasaran interaktif? Mengapa tetap perlu strategi pemasaran sedemikian rupa, sementara strategi bisnis sendiri sudah memberikan masukan untuk keuntungan perusahaan? Berikut ialah beberapa alasan mengapa tetap diperlukan strategi pemasaran interaktif mendukung kondisi bisnis sebuah perusahaan:
  1. Pemasaran interaktif merupakan strategi yang secara detail menangani hal-hal spesifik untuk mendukung strategi pemasaran secara umumnya
  2. Pemasaran merupakan bagian dari investasi, termasuk di dalamnya sebuah pemasaran interaktif melalui sebuah website
  3. Investasi pemasaran interaktif juga bisa dirasakan melalui update-nya suatu situs
  4. Website ialah media komunikasi atau saluran komunikasi yang menghubungkan perusahaan dengan situasi penjualan secara signifikan
Kemudian, ada pula beberapa level dalam pengembangan suatu website. Level ini seperti merupakan tahapan yang dilalui perusahaan dalam menjalankan strategi pemasaran interaktifnya. Mereka ialah sebagaimana yang tersebut di bawah ini:
  1. Level 0. Tidak ada website, atau belum ada website.
  2. Level 1. Perusahaan mendaftarkan dirinya dalam sebuah direktori online seperti Yello Pages (www.yell.co.uk) sehingga ketika seseorang melakukan pencarian di sana, nama perusahaan tersebut akan muncul. Dalam tahap ini, perusahaan masih belum memiliki website sendiri.
  3. Level 2. Perusahaan membuat sebuah situs statis yang menampilkan informasi-informasi mengenai usahanya dan produknya. Dengan kata lain sebuah brochureware, atau perangkat brosur online, tidak ada bedanya dengan brosur konvensional. Masih belum ada interaksi signifikan, namun, karena biayanya yang murah, banyak dipakai perusahaan berada dalam tahapan ini.
  4. Level 3. Perusahaan sudah memiliki website yang cukup interaktif, dengan bisa memasukkan kotak pencarian, melihat harga dan ketentuan lainnya, serta tersedianya e-mail untuk keperluan kontak.
  5. Level 4. Website perusahaan yang tingkat interaktifnya sudah naik, dengan memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk terlibat sebagai member, dan bisa melakukan transaksi jual-beli secara online di sana.
  6. Level 5. Interaktivitas website suatu perusahaan sudah pada tahap puncak, segala bentuk pemasaran hadir di sana.
Dan berikut ini ialah potensi keuntungan yang bisa diperoleh dari pemasaran interaktif terhadap situasi bisnis sang perusahaan menurut Sterne (1999):
-         Imej perusahaan yang terangkat
-         Layanan pelanggan (customer service) terangkat
-         Visibilitas perusahaan meningkat
-         Perluasan pasar
-         Transaksi online
-         Biaya komunikasi yang lebih rendah
Hal-hal di atas sudah cukup menampilkan banyak potensi keuntungan yang bisa diraih dari strategi pemasaran interaktif melalui website, terutama salah satunya terhadap kondisi bisnis perusahaan. Maka, selanjutnya ialah bagaimana agar strategi pemasaran interaktif itu bisa berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan seperti di atas? Untuk itulah kita memerlukan apa yang dinamakan dengan internet marketing plan atau perencanaan pemasaran internet.
Pertama, penting dalam sebuah strategi pemasaran untuk mengetahui siapa sebenarnya target audiens kita, siapa sebenarnya kelompok masyarakat yang potensial untuk menjadi pelanggan kita, dan lain sebagainya.
Penetapan audiens dan target market ini bisa kita tentukan atau pilih (dengan sebelumnya mengacu terhadap produk) sesuai dengan beberapa karakteristik, seperti karakteristik demografi, karakteristik psikografi, karakteristik synchografi, dan technografi (ini penting terutama karena kita sedang membicarakan media interaktif sebuah website, internet).
Kondisi tersebut tentunya berpengaruh, termasuk di dalamnya karena faktor budaya kelompok masyarakat yang berbeda satu sama lainnya, faktor bahasa yang berbeda-beda, dan tentu saja perbedaan dalam kebutuhan (produk apa yang sebenarnya mereka butuhkan).
Selanjutnya, ialah mengintegrasikan fungsi internet. Kita perlu mengetahui kemampuan-kemampuan yang dimiliki internet dan website dari yang paling statis hingga yang paling dinamis dan interaktif.
Setelah mengetahui hal tersebut, perlu juga kita telaah cakupan yang akan kita masukkan melalui internet mengenai strategi pemasaran interaktif mereka. Fitur-fitur apa yang ingin atau akan kita terapkan maupun gunakan? Apa kampanye-nya? Bagaimana meng-update informasinya? Bagaimana peranan humas dalam perekembangan websitenya bagamana bentuk layanan after sales-nya? Bagaimana bentuk atau metode transaksi yang akan digunakan? Dan lain sebagainya.
Yang keempat, ialah bagaimana kita ’membawa’ brand kita ke internet. Tentunya media internet berbeda dengan media konvensional lainnya (cetak, siar) dalam proses pengangkatan suatu brand di dalamnya.
Yang kelima, ialah berstrategi untuk menggandeng pihak-pihak yang bisa diajak bekerja sama dan bermitra. Dimulai dari pihak desainer web, pihak promosi, distribusi, hingga kuasa hukum atas goodwill atau hak-hak lainnya.
Selanjutnya, setelah berbagai pihak direkrut dan diajak untuk bekerja sama maupun bermitra, maka diperlukan sebuah organisasi yang struktural sehingga penempatan mereka semua jelas dalam menjalankan proyek pemasaran interaktif ini.
Setelah tahapan tersebut, tentu penting untuk memikirkan hal berikutnya, yaitu, budget. Proyek ini tetap merupakan sebuah proyek dengan dana tidak kecil, sehingga perlu diperhitungkan berapa biaya yang perlu dikeluarkan. Ini juga penting untuk diingatkan kepada para anggota proyek yang lain, sehingga mereka bisa komitmen dengan proyek yang berbiaya tersebut.
Terakhir, ialah menyusun jadwal untuk segala kegiatan yang tercakup dalam proyek ini. Mulai dari pra-perencanaan, perencanaan konten website, pengembangan konten dan tes konten, publisitas perdana, hingga launching website secara resmi.

sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_pemasaran
http://ibreakmoment.wordpress.com/2010/04/14/pengembangan-strategi-pemasaran-interaktif/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar